Untuk liputannya bisa ditonton www.youtube.com/watch Matrikulasi adalah suatu program yang wajib diikuti oleh calon karyasiswa Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Ilmu agama sebelum mengikuti jenjang perkuliahan. Matrikulasi sebagai sarana pengenalan awal Program Pascasarjana serta untuk menyamakan persepsi tengtang hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan dan mata kuliah yang akan diikuti selama perkuliahan pada program studi. Hal ini disampaikan pada laporan ketua panitia Matrikulasi Drs I Nyoman Temon Astawa, M.Pd. pada acara pembukaan Matrikulasi yang diselenggarakan pada hari Kamis, 4 Agustus 2011 di Aula Kampus PPs.
IHDN Denpasar, yang diikuti oleh 47 orang dari Prodi. Brahma Widya, 55 orang dari Prodi. Dharma Acarya, dan 20 orang dari Program Doktor Ilmu Agama.. Kegiatan Matrikulasi dilaksanakan berdasarkan pedoman studi Program Magister (S2) dan pedoam studi Program Doktor S3, disamping Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran IHDN Denpasar. Matrikulasi bertujuan untuk mensosialisasikan atau memberikan orientasi tentang program yang akan dilaksanakan dan sebagai pengenalan awal program studi PPs. IHDN Denpasar untuk menyamakan persepsi. Materi Matrikulasi diberikan oleh Dosen-dosen dari IHDN Denpasar, UNUD, dan Undiksa Singaraja. Sedangkan untuk studium general selain diikuti oleh karyasiswa baru juga diikuti oleh karyasiswa semester III dari Program S2 dan S3 dengan narasumber Prof Dr. Hedi Hinzler dari Universitas Leiden Belanda.
Dalam sambutan, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D. mengatakan penerimaan karyasiswa S3 PPs IHDN Denpasar dilakukan dengan tarung bebas melaluiTes Potensi akademik (TPA) yg dilakukan oleh UNUD Denpasar. Sebagai seorang calon ilmuwan agama yang lebih dipentingkan adalah transformasi perilaku, atau dengan kata lain dari manawa menjadi madhawa. Dalam proses ini yang diutamakan adalah melakukan pelayanan. Belajar agama tidak hanya mengejar gelar akademik. IHDN tidak akan mampu berkembang jika tidak ada kerjasama seperti yg dilakukan PPs IHDN yang bekerjasama dg UNUD dan UNDIKSA. IHDN menjalin kerjasama dengan beberapa Universitas di India dan Belanda termasuk dengan Perpustakaan Nasional Belanda. Lontar- lontar bali yang ada di Leiden Belanda disimpan pada tempat yang tahan api. Rektor juga menyinggung tentang World Culture Forum yg akan dicanangkan oleh Pemprop. Bali dimana para ilmuwan dan budayawan dunia akan dimanfaatkan kedatanganya utk pengembangan keilmuan di IHDN Denpasar. Disampaikan juga ilustrasi seorang Acarya yang mengajak muridnya ke Hutan dan menanyakan setiap muridnya tentang binatang apa yg baru saja lewat. Banyak murid dari Acarya yang memberikan jawaban yang tidak tepat. Ada seorang murid dari acarya yang memiliki penalaran bagus dapat memberikan jawaban dengan analisis yang detail tentang binatang yang baru lewat. Murid itu menjawab bahwa yang baru lewat adalah Gajah Betina yang lagi hamil tua dan mata sebelah kirinya buta. Ini bisa dilihat dari banyaknya semak-semak yang rebah dan jejak kaki yang besar dan bulat, kemudian ditemukan lendir sebagai ciri Gajah itu hamil tua dan mau melahirkan. Mengenai matanya yang buta ini bisa diketahui dari pucuk-pucuk daun yang dimakan hanya yang berada disebelah kanan. Cerita ini sebagai isyarat bahwa untuk bisa menempuh Program S2 dan S3 dengan baik dibutuhkan Tingkat Penalaran yang cukup baik. Terakhir Prof Titib menyampaikan ucapan selamat datang kepada para karyasiswa baru yang dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi dalam rangka matrikulasi karyasiswa program s2 dan S3 PPs IHDN Denpasar.
H.I.R Hinzler sebagai narasumber Studium General pada Matrikulasi menyampaikan penelitiannya tentang Kebudayaan Bali. Banyak hal yang diteliti mulai dari lumbung, kolam, tas pedanda, tempat hiburan, mata uang, yang menurut Hinzler semua menarik untuk diteliti. Sumber lain yang dipakai dalam penelitiannya adalah prasasti, kamus peninggalan, gambar jaman dulu. Mengenai prasasti sangat disayangkan belum ada korpus prasasti. Diperlihatkan contoh-contoh prasasti seperti zodiac beaker Puri Gede kerambitan 1250=1328 M, Dalang Bungkulan, ada karya sastra abad ke XV-XVII Samprangan Gelgel, Dang Hyang Nirartha. Karya lain abad XIX-XX seperti awig-awig. Karya sastra koleksi Van Der Tuuk yang dikumpulkan antara 1870-1894, salinan diatas lontar atau kertas dari lontar orang bali sekarang ada di Universitas Leiden. Koleksi pribadi I Gusti Putu Djlantik mengenai Raja buleleng atas lontar dari kertas mulai 1894 sudah banyak dijual transliterasinya bahkan sudah masuk di Gedong Kirtya. Koleksi Gedung Kirtya dibangun 1929 atas lontar dan salinan aksara latin. Hal-hal yang juga disampaikan mengenai Proyek TIK Prof.C.Hooykaas (Balinese Manuscript), Buku katalogus naskah seperti Cat Brandes, Cat Juynboll, Cat Pigeaud, Catt Hinzler, Stambuk Gedung Kirty, Database dan keyword dan kamus seperti Kamus Bali seperti Dasanama, Taru Pramana, Kamus H.N Van Der Tuk (1824-1894). Gambar atau lukisan juga bisa dijadikan referensi mengenai bagaimana budaya bali dari sudut pandang seorang pelukis. Demikianlah sekelumit informasi dari PPs IHDN Denpasar



0 komentar:
Poskan Komentar